Cinderamata Badra Santi

LELANG BENDA SEJARAH & SENI UNTUK PEMUGARAN ARTEFAK BUDAYA BUDDHA NUSANTARA

Presiden Sukarno saat menerima kehadiran Bhante Jinaputta di Istana Bogor pada tanggal 25 Januari 1965

Badra Santi Institute
adalah lembaga yang bergerak di bidang budaya dan sejarah agama Buddha di tanah air. Lembaga ini didirikan oleh Raden Panji Ir. Winarno, Dipl.H.E., salah satu sanak turun Adipati Tejakusuma, Lasem. Ia adalah putra pertama dari Raden Panji Upasaka Pandita T. Hadidarsana.

Semasa hidup, Raden Panji U.P. T. Hadidarsana adalah pendiri organisasi Buddhis Indonesia pada tanggal 1 Januari 1965 di Semarang. Bersama mendiang U.P. Ramadharma S. Reksowardojo, dan dukungan dari mendiang Bhante Khemasarano Mahathera. Ia mengembangkan Buddha Dharma dengan seni budaya dan pemahaman sejarah Wilwatikta-Majapahit bersumber dari 16 judul manuskrip kuno Jawa pesisir utara.

Salah satu manuskrip menyuguhkan data tentang persaudaraan Jawa-Tionghoa, baik yang memeluk Islam maupun Kejawen Kabudhan dalam Perang Lasem 1741-1750. Hingga kemudian berhasil merubuhkan VOC-Belanda pada tahun 1789. Kisah ini dikenal sebagai kepahlawanan Tan Oei Ji Sian Seng dan dikenang pada Kelenteng Gie Yong Bio, Lasem atau Kakek Gagah Berani nan Luhur Budi.

Pegiat Badra Santi Institute terdiri dari akademisi, budayawan, dan pelaku seni dari berbagai latar belakang. Di bawah koordinasi Dr. Widodo Brotosejati, Dosen FBS, Universitas Negeri Semarang. Para pegiat telah bekerja keras sejak tahun 2012 untuk menerjemahkan, menerbitkan, dan menyuguhkan ulang 16 judul karya sastra Buddha bercorak nusantara tinggalan Wilwatikta-Majapahit.

Anugerah Pustaka Nusantara 2018
Badra Santi Insitute adalah satu-satunya lembaga agama Buddha yang pernah meraih Anugerah Pustaka Nusantara 2018 dari Perpustakaan Nasional. Saat itu, naskah Badra Santi berhasil lolos seleksi bersaing dengan ratusan karya sastra dari daerah lain di Indonesia. Dari seleksi ketat oleh Tim Perpusnas, sastra Badra Santi berhasil masuk sebagai kategori naskah yang terancam punah dan nyaris punah.

Pada 9 Oktober 2020, Badra Santi Institute mendapat Tanda Daftar Keagamaan Buddha dari Dirjen Bimas Buddha, Kementerian Agama sebagai lembaga keagamaan Buddha. Dalam mengusahakan karyanya, Badra Santi Institute mendapat dukungan dana dari dermawan yang sepaham dengan gagasan Buddha Dharma bercorak nusantara.

Saat ini, Badra Santi Institute sedang mengupayakan tiga program penting untuk memberi sentuhan corak budaya nusantara. Yaitu pada pembabaran Buddha Dharma dan pemugaran situs Tan Oei Ji Sian Seng di Lasem.

Pertama: Sastra dan Seni

  1. Penyelarasan hasil terjemahan sastra Badra Santi oleh Tim yang dipimpin Dr. Widodo Brotosejati dari Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Semarang.
  2. Digitalisasi lebih dari 1500 judul buku lawas, majalah, bulletin, foto, dan manuskrip sejarah agama Buddha sejak tahun 1932 sampai 1999. Hasil digitalisasi akan diunggah di website badrasanti.or.id. agar dapat diakses oleh akademisi, pegiat organisasi Buddha, dan masyarakat umum.

Kedua: Pemugaran Wihara-Sima 2500 Buddha Jayanti

  1. Pendirian pendapa dan bakti sala sederhana di petilasan Wihara-Sima 2500 Buddha Jayanti di Bukit Kassapa, Kota Semarang.
  2. Biaya operasional berupa santunan bulanan untuk penjaga petilasan Wihara-Sima 2500 Buddha Jayanti

Ketiga: Pemugaran Situs terkait Tan Oei Ji Sian Seng

Penyelesaian pemugaran pusara dan pendirian cungkup (pendapa) pada situs terkait Tan Oei Ji Sian Seng di Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Terbuka kesempatan bagi siapapun untuk mendukung program Badra Santi Institute di atas. Salah satunya dengan cara mengikuti lelang benda sejarah artefak Buddha Dharma asli dan benda seni seperti tertuang di bawah ini.

A. LELANG FOTO KUNA ASLI

Keterangan foto atas, kiri:
Upasampada Pertama di Indonesia

Foto kehadiran bhikkhu terbanyak pertama di Indonesia sejak rubuhnya Wiwatikta-Majapahit. Pada saat itu, hadir 14 orang bhikkhu dari Thailand, Myanmar, Kamboja, Sri Lanka, Jepang, dan Indonesia. Mereka hadir di Bukit Kassapa Semarang untuk meresmikan Sima atau batas wilayah untuk upasampada bhikkhu pertama di Indonesia. Sesudah peresmian, Drs. Ong Tiang Biauw, Kepala Sekolah Sariputta di-upasampada di Wihara-Sima 2500 Buddha Jayanti pada tanggal 21 Mei 1959. Bhikkhu-samanera yang hadir pada peristiwa bersejarah tersebut adalah:

Y.M. Mahasi Sayadaw dari Myanmar (Birma).
Y.M. Somdach Choun Nath Mahathera dari Kamboja.
Y.M. Ung Mean Chanavanno Mahathera dari Kamboja.
Y.M. Piyadasi Mahathera dari Sri Lanka.
Y.M. Narada Mahathera dari Sri Lanka.
Y.M. Tudawe Ariyawangsa Nayaka Thera dari Sri Lanka.
Y.M. Walane Satthisara Mahathera dari Sri Lanka.
Y.M. Kamburugamuwe Mahanama Mahathera dari Sri Lanka.
Y.M. Ransegoda Sarapala Thea dari Sri Lanka.
Y.M. Phra Visal Samanagun dari Thailand.
Y.M. Phra Sumreng Arnuntho Thera dari Thailand.
Y.M. Phra Kru Champirat Thera dari Thailand.
Y.M. Phra Kaveevorayan dari Thailand.
Y.M. Ashin Jinarakkhita dari Indonesia.
Y.M. Kimura dari Jepang (hadir menyusul)
Y.M. Jinaputta dari Indonesia (bhikkhu baru)
Y.L. Samanera Jinananda Sontomiharjo dari Kebumen, Jawa Tengah.
Y.L. Samanera Jinapiya Ketut Tangkas, dari Mengwi, Bali.

Spesifikasi
Foto hitam putih kertas foto asli ukuran 13, 5 cm x 10 cm, frame pigura ukuran A-4
Sumbangan koleksi Raden Panji Wirengsudra

Keterangan foto atas, kanan:
Bhante Ashin Jinarakkhita bersama sesepuh Wihara Buddha Gaya.

Foto asli Bhante Ashin Jinarakkhita bersama tokoh awal Wihara Buddha Gaya, Watu Gong, Semarang. Tampak juga Bhante Candranaya dari Sri Lanka yang berkunjung pada tahun 1957.

Spesifikasi
Foto hitam putih kertas foto asli ukuran 23,5 cm x 17 cm
Frame pigura ukuran A-4
Sumbangan koleksi Raden Panji Wirengsudra

Keterangan foto bawah:
Presiden Sukarno bersama Bhante Jinaputtta di Instana Bogor, 25 Januari 1965.

Foto asli Bhikkhu Jinaputta diterima Presiden Indonesia pertama, Ir. Sukarno di Istana Bogor pada tanggal 25 Januari 1965. Saat itu Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang apa itu bhikkhu, bhiksu, dan wiku. Presiden Sukarno menyampaikan juga bahwa ia adalah keturunan dari seorang Ibu yang memeluk Siwa-Buddha Wilwatikta-Majapahit dari Bali.

Bhikkhu Jipaputta semula adalah Drs. Ong Tiang Biauw, pendiri dan kepala sekolah Sariputta, Jakarta. Ia adalah bhikkhu pertama yang di-upasampada di tanah air dan satu-satunya bhikkhu yang pernah berjumpa dan diundang Presiden Sukarno untuk membahas persoalan negara bangsa.

Spesifikasi
Foto hitam putih kertas foto asli ukuran 17,5 cm x 11,5 cm
Foto ini adalah koleksi langka dan foto satu-satunya yang ada di Indonesia.
Frame pigura ukuran A-4

Sumbangan koleksi Raden Panji Wirengsudra

B. LELANG LUKISAN KARYA TAN DJUN HAI

“ Adu Jago di Bulan Pejeng, Bali”
Canvas dan cat minyak, ukuran 35 cm x 30 cm, dilukis tahun 1979
Pelukis: Tan Djun Hai (wafat 2013), pelukis terkenal murid kesayangan Dullah (Pelukis Istana era Presiden Sukarno). 

C. LELANG LUKISAN KARYA TAN DJUN HIN ARICADIA, ADIK TAN DJUN HAI

Keterangan:
1. Perjuangan Melawan Godaan (Padhana Sutta)
Mixed media on canvas ukuran 135 cm x 185 cm
Lukisan ini pernah ditampilkan pada Painting & Sculpture Exhibition 21-30 Agustus 2015 di Rumah Topeng & Wayang Setia Darma, Mas, Ubud, Bali.

2. Yin-Yang
Mixed media on canvas ukuran 130 cm x 130 cm

3. Bayi Terlelap
Mixed media on canvas ukuran 100 cm x 120 cm

4. Apokaliptus Asmaragama
Mixed media on canvas ukuran 150 x 200 cm, tahun 2016

5. Bayi Terlelap Menguap
Mixed media on canvas ukuran 100 cm x 120 cm

6. Bayi Menguap
Mixed media on canvas ukuran 100 cm x 120 cm

7. Bunga (karya Nding)
Mixed media on canvas ukuran 40 cm x 40 cm

8. Pertama Gotama
Mixed media on canvas (cat tebal) ukuran 40 cm x 50 cm

9. Profesor Jigoro Kano, Pendiri Judo
Mixed media on canvas ukuran 60 cm x 90 cm

10. Demi God, Semi Devil
Mixed media on canvas ukuran 135 cm x 185 cm

11. Trance
Water colour on paper

12. Legenda Jepang
Mixed media on canvas ukuran 100 cm x 120 cm


D. LELANG LUKISAN KARYA ALEXANDER SIAUW, SEPUPU TAN DJUN HAI

Keterangan:
1. Kelahiran Sidharta Gotama
Mixed media on canvas ukuran 97 cm x 150 cm

2. Ketegaran Membawa Kemakmuran
Mixed media on canvas ukuran 94, 5 cm x 71 cm

E. LELANG LUKISAN KARYA SRI PAMINTO, SUTRADARA W.O. NGESTI PANDAWA

Keterangan:
1. Buddha Gotama
Media kertas, ukuran 70 cm x 80 cm, pewarna serbuk conte

2. Penari Bali
Mixed media on canvas ukuran 70 cm x 90 cm

3. Pemandangan Laut
Mixed media on canvas ukuran 30 cm x 50 cm


F. LELANG LUKISAN KARYA TOTOK KOI, SAHABAT TAN DJUN HAI

Keterangan:
1. Rezeki mengikuti raja
Mixed media on canvas ukuran 2 m x 130 cm

2. Panen Raya
Mixed media on canvas ukuran 2 m x 120 cm

3. Rezeki berkumpul dengan raja
Mixed media on canvas ukuran 100 cm x 60 cm

4. Burung Nuri dalam rimbunan bambu kuning
Mixed media on canvas ukuran 120 cm x 200 cm


G. LELANG KERIS KOLEKSI RADEN PANJI WIRENGSUDRA

Keterangan:
1. Keris Beras Wutah
2. Keris Tedja Kinirung
3. Keris Naga Barong
4. Keris Luk Sengkelat

Raden Panji Wirengsudra adalah cucu dari Raden Ayu Pasmah Kusumastuti yang merupakan putri dari Raden Panji Karsana.

Raden Panji Karsana adalah penerus pelestarian sastra Carita Lasem dan Sabda Badra Santi yang ia warisi dari ayahnya, Raden Panji Kambara dan pamannya, Raden Panji Kamzah.

Raden Panji Kamzah sendiri adalah penulis sastra Carita Lasem dan Sabda Badra Santi.

Raden Panji Kambara dan Raden Panji Kamzah adalah putra dari Raden Panji Witana; putra bungsu dari Raden Panji Margana atau cucu dari Adipati Lasem Sasangka Tejakusuma V.

Semua benda sejarah dan seni di atas dilelang untuk meluhurkan cita-cita Pahlawan Lasem, yaitu:
1. Raden Panji Margana, putra Adipati Sasangka Tejakusuma V (gugur 1750);
2. Oei Ing Kiat, saudagar dan Tionghoa Muslim sahabat Raden Panji Margana (gugur 1750);
3. Tan Ke Wie, saudagar pemeluk Khong Hu Chu yang dermawan (gugur 1743);
4. Kiai Ahmad Ali Bhadawi, imam masjid Lasem pendukung pahlawan Tan Oei Ji Sian Seng.


H. CARA MENDUKUNG PEMUGARAN ARTEFAK BUDAYA BUDDHA NUSANTARA

  1. Pilih benda sejarah dan atau benda seni yang ditaksir.
  2. Kirim pesan WA ke +6281326905919 atau +62895421011110
  3. Tim Badra Santi Institute akan memberi balasan lelang benda sejarah dan atau benda seni yang ditaksir.

Terima kasih

Arie Pramana, S.H.
Ketua Tim Lelang

Share it!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *